Dermaga di Kayong Utara Kalbar Terbakar, 5 Speed Boat Hangus.

Dermaga di Kayong Utara Kalbar Terbakar, 5 Speed Boat Hangus.

Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan pesisir Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Selasa dini hari, 9 Juni 2026. Insiden yang terjadi di Dusun Tanah Merah, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana ini menghanguskan satu unit dermaga kayu dan lima unit kapal cepat (speed boat) yang sedang bersandar. Kejadian ini mengejutkan warga setempat karena berlangsung saat sebagian besar masyarakat masih terlelap tidur, memicu kepanikan di sepanjang garis pantai Sukadana yang biasanya tenang.

Berdasarkan laporan kronologis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara, kobaran api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 03.15 WIB. Informasi awal mengenai musibah kebakaran ini diperoleh dari personel Manggala Agni yang sedang melakukan patroli rutin dan melihat kepulan asap tebal serta rona merah api di langit sekitar dermaga. Petugas Manggala Agni segera menghubungi pusat kendali operasi BPBD Kayong Utara untuk meminta bantuan armada pemadam kebakaran darurat.

Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fatul Bahri, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan darurat tersebut, pihaknya langsung mengerahkan personel dan peralatan pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian. Respons cepat ini sangat krusial mengingat lokasi kebakaran berada di area dermaga yang didominasi oleh material kayu yang mudah terbakar, ditambah keberadaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam tangki speed boat yang dapat memicu ledakan besar. Petugas BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan lokalisasi area agar api tidak merembet ke pemukiman padat penduduk yang berada di sekitar pesisir Dusun Tanah Merah.

Upaya pemadaman dimulai secara intensif sekitar pukul 03.40 WIB. Beruntung, posisi dermaga yang menjorok ke laut memudahkan petugas dalam mengakses sumber air. Petugas memanfaatkan air laut dan parit yang berada sekitar 10 meter dari titik api untuk menyuplai mesin pompa air portabel. Meskipun sumber air melimpah, proses pemadaman menghadapi tantangan berat akibat tiupan angin laut yang kencang dan kobaran api dari bahan bakar speed boat yang terus menyala di atas permukaan air. Setelah berjuang selama hampir dua jam, petugas pemadam kebakaran yang dibantu oleh personel Manggala Agni, kepolisian, dan warga setempat akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan memadamkan api sepenuhnya.

Dermaga penyeberangan yang menjadi pusat kebakaran tersebut diketahui merupakan milik seorang warga setempat bernama Tomi Radiansyah. Dermaga ini sehari-hari berfungsi sebagai tambatan penting bagi transportasi air lokal yang menghubungkan Sukadana dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya serta wilayah pedalaman yang belum terhubung sepenuhnya oleh akses jalan darat. Selain struktur utama dermaga yang mengalami kerusakan total, lima unit speed boat yang sedang ditambatkan di lokasi tersebut juga tidak terselamatkan dan hangus menjadi arang.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan aset transportasi air tersebut masih diselimuti misteri. Pihak kepolisian dari Polres Kayong Utara bersama Tim Forensik dilaporkan tengah melakukan penyelidikan mendalam di tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa dugaan awal muncul, mulai dari korsleting sistem kelistrikan pada salah satu mesin speed boat hingga kelalaian aktivitas manusia di sekitar dermaga pada malam hari. Namun, Fatul Bahri menegaskan bahwa semua pihak harus bersabar menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian untuk menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat.

Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam musibah ini, kerugian material diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis, menembus ratusan juta hingga miliaran rupiah. Nilai satu unit speed boat dengan mesin tempel berkapasitas besar sangat tinggi, belum lagi biaya rekonstruksi dermaga kayu yang memerlukan material kayu keras berkualitas tinggi seperti kayu ulin agar tahan terhadap air asin. Kehilangan lima armada sekaligus merupakan pukulan telak bagi konektivitas laut dan perekonomian mikro di wilayah Sukadana, khususnya bagi para pemilik kapal dan pengguna jasa transportasi air harian.

Kecamatan Sukadana, yang merupakan ibu kota Kabupaten Kayong Utara, secara geografis sangat bergantung pada sektor transportasi laut. Kabupaten ini dikenal memiliki garis pantai yang panjang serta dikelilingi oleh gugusan kepulauan, termasuk kawasan wisata Kepulauan Karimata. Keberadaan speed boat di dermaga seperti milik Tomi Radiansyah bukan sekadar sarana transportasi biasa, melainkan urat nadi perekonomian yang mengangkut komoditas hasil laut, kebutuhan pokok, wisatawan, hingga layanan darurat medis bagi warga kepulauan yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit di daratan utama.

Kebakaran ini juga menyoroti pentingnya standar keselamatan kebakaran pada infrastruktur dermaga tradisional di Kalimantan Barat. Sebagian besar dermaga rakyat di wilayah ini masih dibangun menggunakan bahan kayu tanpa dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang memadai atau sistem hidran mandiri. Karakteristik bahan bakar minyak yang disimpan di sekitar area dermaga sering kali mempercepat eskalasi api sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Para pengamat keselamatan transportasi menyarankan agar pemerintah daerah mulai memperketat regulasi keselamatan di dermaga rakyat, termasuk memberikan pelatihan penanganan kebakaran dini bagi para motoris dan penjaga dermaga.

Pasca-kejadian, BPBD Kayong Utara mengimbau kepada seluruh pemilik kapal, nelayan, dan pengelola dermaga penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari saat aktivitas pengawasan menurun. Pemeriksaan berkala terhadap instalasi kabel kelistrikan kapal dan cara penyimpanan bahan bakar cadangan harus dilakukan secara disiplin guna mencegah terjadinya musibah serupa di masa mendatang. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera turun tangan memberikan skema bantuan atau fasilitasi bagi para korban yang kehilangan mata pencaharian akibat hancurnya armada transportasi air mereka dalam peristiwa memilukan ini.