Renovasi Istana Gebang, Said Abdullah: Tak Ada Pretensi Politik

Renovasi Istana Gebang, Said Abdullah: Tak Ada Pretensi Politik

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, saat memberikan keterangan pers di sela-sela agenda ziarah ke Makam Bung Karno yang terletak di Jalan Soekarno, Nomor 152, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Langkah pemugaran situs bersejarah ini murni ditujukan untuk menyelamatkan warisan sejarah bangsa serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam bidang edukasi, kebudayaan, dan pariwisata daerah. Istana Gebang, yang dikenal luas sebagai rumah masa kecil Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kini telah bertransformasi menjadi museum sejarah yang menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara di Kota Blitar.

Said Abdullah menekankan bahwa upaya renovasi ini tidak boleh diseret-seret ke dalam ranah politik praktis atau dianggap sebagai manuver menjelang kontestasi politik tertentu. Menurutnya, pemeliharaan situs sejarah nasional adalah tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa, dan dalam hal ini, PDI Perjuangan mengambil peran aktif karena keterikatan ideologis yang kuat dengan ajaran-ajaran Bung Karno. Renovasi fisik bangunan bersejarah ini dipandang sebagai langkah konkret untuk menghidupkan kembali memori kolektif bangsa tentang masa muda sang Proklamator. Pihaknya ingin memastikan bahwa generasi muda yang mengunjungi Istana Gebang dapat menyerap nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme secara visual dan spasial melalui kondisi bangunan yang representatif dan terawat dengan baik.

Gagasan untuk memugar kembali Istana Gebang sebenarnya bukanlah program yang muncul secara mendadak. Said Abdullah mengungkapkan bahwa rencana ini telah lama diinisiasi dan digagas langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Sebagai putri kandung Bung Karno, Megawati memiliki perhatian yang sangat besar terhadap kelestarian situs-situs yang memiliki nilai sejarah tinggi terkait perjuangan kemerdekaan Indonesia. Istana Gebang dinilai memiliki nilai historis yang sangat sentimentil dan strategis, karena di rumah inilah karakter, pemikiran awal, dan jiwa kepemimpinan Soekarno muda mulai terbentuk sebelum akhirnya ia melanglang buana memimpin pergerakan nasional.

Berangkat dari arahan dan perintah langsung Megawati Soekarnoputri, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur segera bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Blitar. Langkah koordinasi ini penting dilakukan agar proses renovasi tidak melanggar aturan cagar budaya yang berlaku serta sejalan dengan tata ruang kota. Said Abdullah, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pemerintah daerah yang menyambut baik dan memfasilitasi rencana renovasi tersebut dengan tangan terbuka. Sinergi yang baik antara struktur partai politik dan pemerintah daerah ini menjadi kunci kelancaran proyek pemugaran yang memakan waktu pengerjaan sekitar enam bulan tersebut.

Mengenai aspek pembiayaan, Said Abdullah menjelaskan secara transparan bahwa total anggaran yang dihabiskan untuk merenovasi seluruh kawasan Istana Gebang mencapai Rp 4,1 miliar. Menariknya, seluruh dana tersebut tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Blitar maupun anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sumber dana sepenuhnya berasal dari sumbangan sukarela dan sistem gotong royong para kader, pengurus, serta anggota legislatif dari fraksi PDI Perjuangan di wilayah Jawa Timur. Metode gotong royong ini sengaja dipilih sebagai bentuk implementasi nyata dari ajaran Bung Karno mengenai pentingnya kerja bersama demi kepentingan umum, sekaligus membuktikan komitmen kader partai dalam merawat warisan sejarah tanpa membebani keuangan negara.

Renovasi total yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting di Istana Gebang. Mulai dari perbaikan struktur bangunan utama yang bermaterialkan kayu jati kuno, pembenahan atap yang bocor, pengecatan ulang dengan warna yang sesuai dengan dokumentasi sejarah asli, hingga penataan lanskap halaman yang luas. Selain itu, fasilitas penunjang untuk kenyamanan pengunjung seperti toilet, ruang informasi, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga turut ditingkatkan tanpa mengurangi keaslian arsitektur kolonial-Jawa yang menjadi ciri khas rumah tersebut.

Di sisi lain, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, membenarkan bahwa kondisi Istana Gebang sebelumnya memang membutuhkan perhatian serius dan perbaikan di berbagai sudut. Pria yang akrab disapa Mas Ibin ini menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Blitar menghadapi kendala klasik berupa keterbatasan alokasi APBD untuk pemeliharaan aset-aset bersejarah berskala besar secara berkala. Menyadari keterbatasan anggaran daerah tersebut, Pemerintah Kota Blitar kemudian berinisiatif menjalin komunikasi dan meminta bantuan kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur serta Megawati Soekarnoputri agar dapat memberikan dukungan konkret dalam merehabilitasi situs bersejarah ini.

Hasil dari kerja sama gotong royong tersebut kini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Mas Ibin menyatakan rasa syukurnya karena rumah masa kecil Bung Karno tersebut kini tampil jauh lebih rapi, megah, dan estetis tanpa kehilangan nilai historis dan kesakralannya. Selain perbaikan fisik bangunan, area interior Istana Gebang kini juga telah diperkaya dengan berbagai ornamen, foto-foto dokumenter, replika dokumen penting, dan instalasi edukatif yang menggambarkan linimasa perjalanan hidup Bung Karno secara runut, mulai dari masa kanak-kanak di Blitar, masa sekolah di Surabaya dan Bandung, hingga masa perjuangan diplomasi dan kepresidenannya. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar sejarah yang lebih interaktif dan mendalam bagi para wisatawan yang datang.

Secara historis, Istana Gebang yang beralamat di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, didirikan pada masa kolonial Belanda dan awalnya ditempati oleh keluarga kakak kandung Bung Karno, yakni Soekarmini Wardoyo, beserta suaminya yang bekerja sebagai pegawai jawatan kereta api. Di rumah ini pula, orang tua Bung Karno, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, menghabiskan masa tua mereka. Kompleks bangunan ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1,4 hektare dan terdiri dari beberapa bagian, termasuk rumah utama, paviliun, dapur, serta kandang kuda dan garasi yang masih menyimpan mobil dinas kuno jenis Mercedes-Benz yang pernah digunakan oleh keluarga Bung Karno.

Keberadaan Istana Gebang yang telah selesai direnovasi ini diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi masyarakat Kota Blitar. Kota Blitar selama ini telah dikenal sebagai salah satu pusat wisata ziarah dan sejarah utama di Jawa Timur berkat adanya Makam Bung Karno. Dengan terintegrasinya Istana Gebang yang kini tampil lebih menawan, paket wisata sejarah di Blitar diyakini akan semakin menarik minat wisatawan untuk tinggal lebih lama. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada peningkatan okupansi hotel, geliat bisnis kuliner lokal, perputaran uang di sektor transportasi, serta peningkatan omzet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjual cinderamata khas Blitar di sekitar kawasan wisata.

Sesuai dengan agenda yang telah dipersiapkan, peresmian selesainya renovasi Istana Gebang dijadwalkan akan berlangsung pada hari Senin. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan hadir secara langsung untuk meresmikan wajah baru Istana Gebang tersebut. Kehadiran Megawati dalam acara peresmian ini tidak hanya bermakna seremonial, tetapi juga menegaskan kembali komitmen keluarga besar Bung Karno dan PDI Perjuangan dalam menjaga api perjuangan dan pemikiran sang Proklamator agar tetap menyala di sanubari rakyat Indonesia. Acara peresmian ini diprediksi akan dihadiri oleh jajaran petinggi partai, tokoh masyarakat Jawa Timur, budayawan, sejarawan, serta masyarakat sekitar yang antusias menyaksikan momentum bersejarah kembalinya kejayaan estetika rumah masa kecil Sang Proklamator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *