Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Daan Mogot Jakbar, Lalin Macet.

Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Daan Mogot Jakbar, Lalin Macet.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar kembali terjadi di ruas jalan protokol DKI Jakarta, tepatnya di kawasan Flyover Pesing, Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat. Sebuah mobil boks berukuran besar yang mengangkut muatan berupa biji plastik dilaporkan terguling setelah mencoba menghindari tabrakan dengan kendaraan lain. Insiden yang terjadi pada dini hari ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik pada kendaraan dan fasilitas jalan, tetapi juga memicu kemacetan lalu lintas yang mengular panjang hingga mengganggu mobilitas ribuan komuter, termasuk operasional layanan bus Transjakarta yang terpaksa mengalami keterlambatan massal.

Berdasarkan laporan resmi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya melalui akun media sosial resminya, peristiwa kecelakaan ini terjadi pada hari Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 03.25 WIB. Kecelakaan lalu lintas ini melibatkan dua kendaraan bermotor, yakni satu unit mobil boks jenis wing box yang bermuatan penuh biji plastik dan satu unit mobil bak terbuka jenis Colt Diesel yang hingga kini masih dalam penelusuran petugas terkait identitas lengkap pengemudinya. Lokasi spesifik kecelakaan berada di atas Layang Pesing, Jalan Daan Mogot, yang mengarah dari arah Grogol menuju Cengkareng, Jakarta Barat.

Kronologi kejadian bermula ketika mobil boks pengangkut biji plastik tersebut sedang melaju dengan kecepatan sedang dari arah timur (Grogol) menuju ke arah barat (Cengkareng). Kondisi jalanan pada dini hari tersebut relatif sepi, namun membutuhkan kewaspadaan tinggi karena pencahayaan dan kontur jalan layang yang menanjak serta menikung. Saat mobil boks tersebut mulai memasuki area Flyover Pesing, tiba-tiba dari arah belakang sebelah kanan muncul kendaraan Colt Diesel bak terbuka yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mencoba mendahului dengan ruang gerak yang sangat sempit.

Menyadari adanya ancaman benturan keras dari sisi kanan belakang, pengemudi mobil boks secara refleks melakukan tindakan penyelamatan darurat dengan membanting setir ke arah kanan secara mendadak. Akibat manuver darurat dalam kecepatan tersebut, keseimbangan mobil boks yang mengangkut beban berat biji plastik menjadi goyang. Kendaraan tersebut kemudian kehilangan kendali, menghantam pembatas jalan beton (separator) yang berada di tengah flyover dengan keras, hingga akhirnya terbalik miring ke sisi kiri jalan. Posisi badan truk yang besar dan panjang tersebut langsung melintang dan menutup sebagian besar lajur jalan layang yang mengarah ke Cengkareng.

Dampak dari kecelakaan tunggal akibat manuver darurat ini langsung terasa beberapa jam kemudian, tepatnya saat memasuki jam sibuk berangkat kerja pada pagi hari. Arus lalu lintas dari arah Grogol, Jelambar, dan Tomang yang menuju ke arah Cengkareng, Kalideres, hingga Tangerang mengalami penyumbatan total di titik pangkal Flyover Pesing. Kemacetan parah tidak dapat dihindari karena kendaraan yang hendak melintas terpaksa dialihkan ke jalur bawah flyover, yang pada dasarnya sudah padat oleh volume kendaraan lokal dan aktivitas pasar di sekitar kawasan tersebut.

Antrean kendaraan roda empat dan roda dua terlihat mengular hingga beberapa kilometer. Para pengendara motor yang tidak sabar mencoba mencari celah di antara mobil-mobil yang terjebak, menambah keruwetan situasi di lapangan. Kemacetan ini juga diperparah oleh rasa penasaran para pengguna jalan yang melambatkan laju kendaraan mereka untuk melihat proses evakuasi bangkai truk, yang secara otomatis menurunkan kecepatan rata-rata kendaraan di jalur sebaliknya.

Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Daan Mogot Jakbar, Lalin Macet

Selain kendaraan pribadi, dampak signifikan dari kemacetan ini juga dirasakan langsung oleh para pengguna moda transportasi publik, khususnya layanan bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta. PT Transportasi Jakarta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pelanggan setianya melalui akun X resmi mereka, @PT_Transjakarta. Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa beberapa koridor utama dan rute penghubung mengalami keterlambatan kedatangan armada yang cukup parah akibat imbas dari penutupan sebagian lajur dan kemacetan di sekitar Flyover Pesing.

Beberapa rute yang terdampak secara langsung di antaranya adalah Koridor 3 (Kalideres – Monas via Pesing), Koridor 8 (Lebak Bulus – Pasar Baru), Rute 2A (Pulogadung – Rawa Buaya), serta Rute 3F (Kalideres – Gelora Bung Karno). Bus-bus Transjakarta yang biasanya dapat melaju dengan lancar di jalur khusus terpaksa terjebak di dalam kepadatan lalu lintas karena jalur arteri di bawah flyover mengalami penyempitan ruang gerak akibat pengalihan arus. Penumpukan calon penumpang pun sempat terjadi di beberapa halte integrasi sepanjang jalur Daan Mogot karena waktu tunggu kedatangan bus menjadi jauh lebih lama dari jadwal normal.

Pihak kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Barat langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan warga. Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Satlantas Polres Jakarta Barat, AKP Sudarmo, memimpin langsung jalannya proses evakuasi di lapangan. Langkah pertama yang dilakukan oleh petugas adalah mengamankan area sekitar kecelakaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan susulan, mengingat muatan biji plastik yang diangkut oleh mobil boks tersebut sempat tercecer ke permukaan aspal dan berpotensi membuat jalanan menjadi sangat licin bagi kendaraan lain, terutama sepeda motor.

Proses evakuasi truk wing box tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dan penanganan khusus karena ukuran kendaraan yang besar serta bobot muatannya yang berat. Satu unit mobil derek berukuran besar (crane) dikerahkan ke lokasi untuk menegakkan kembali posisi truk yang terguling. AKP Sudarmo menjelaskan bahwa petugas di lapangan harus bekerja ekstra hati-hati saat mengikat dan mengangkat badan truk agar tidak merusak struktur layang Pesing maupun kabel-kabel utilitas yang melintang di sekitar area tersebut. "Wing box sudah dibangunkan dan saat ini sedang dalam upaya digendong menggunakan mobil derek menuju ke pos laka lantas terdekat," ujar Sudarmo saat memberikan pembaruan informasi dari lokasi kejadian.

Sembari proses penderekan berlangsung, petugas kepolisian dibantu oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalur guna mencairkan kepadatan kendaraan yang terus menumpuk. Sisa-sisa material biji plastik yang berserakan di jalan juga segera dibersihkan secara manual oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) agar lajur jalan dapat segera dilalui dengan aman setelah truk berhasil dievakuasi sepenuhnya.

Kecelakaan di Flyover Pesing ini kembali membuka ruang diskusi mengenai aspek keselamatan berkendara di jalan layang perkotaan, khususnya pada waktu-waktu rawan seperti dini hari. Banyak pengamat keselamatan transportasi menilai bahwa jalur Flyover Pesing memiliki karakteristik yang cukup menantang dengan tikungan yang tajam dan lebar jalan yang relatif sempit untuk dilalui kendaraan-kendaraan besar berdimensi berat secara bersamaan. Kurangnya kesadaran sebagian pengemudi untuk menjaga batas kecepatan aman dan saling menghormati hak pengguna jalan lain sering kali menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan fatal di lokasi ini.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Raya Daan Mogot, khususnya yang melewati Flyover Pesing ke arah Cengkareng, berangsur-angsur mulai mencair seiring dengan selesainya proses evakuasi badan truk dan pembersihan jalan. Namun, sisa-sisa kepadatan volume kendaraan masih terlihat di beberapa titik persimpangan utama. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, khususnya para pengendara yang melintas di kawasan Jakarta Barat, untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman antar-kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.