Pengunjung Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak Sambil Belanja.

Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) selalu menjadi magnet luar biasa bagi jutaan masyarakat, tidak hanya dari wilayah Jakarta tetapi juga dari berbagai daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pada penyelenggaraan Jakarta Fair 2026, nuansa belanja dan rekreasi tersebut kini semakin dipermudah dengan hadirnya berbagai layanan publik yang didekatkan langsung kepada masyarakat. Salah satu terobosan penting yang kembali dihadirkan adalah kolaborasi strategis antara Bank DKI (yang dalam beberapa kesempatan disebut Bank Jakarta) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta. Melalui kerja sama ini, para pengunjung pameran terbesar di Asia Tenggara tersebut dapat melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan sangat mudah, praktis, dan cepat sembari menikmati suasana pameran dan berbelanja di area JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kehadiran gerai layanan pembayaran pajak di tengah-tengah area pameran ini diharapkan mampu memangkas birokrasi dan memberikan kemudahan maksimal bagi wajib pajak. Warga DKI Jakarta kini tidak perlu lagi meluangkan waktu khusus pada hari kerja untuk mendatangi Kantor Bersama Samsat atau gerai Samsat keliling di luar. Cukup dengan mengunjungi stan yang telah disediakan di Jakarta Fair 2026, kewajiban perpajakan kendaraan bermotor dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Sisa waktu kunjungan pun dapat digunakan sepenuhnya untuk berekreasi bersama keluarga, menikmati kuliner khas, menyaksikan konser musik, atau berburu diskon belanja yang ditawarkan oleh ratusan stan pameran lainnya.
Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, menjelaskan bahwa integrasi layanan ini merupakan bagian dari komitmen perbankan daerah untuk selalu hadir di tengah aktivitas masyarakat. Menurutnya, konsep mendekatkan pelayanan publik ke pusat keramaian seperti Jakarta Fair adalah langkah taktis yang sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Pengunjung Jakarta Fair kini dapat memanfaatkan layanan pembayaran pajak kendaraan tanpa harus terikat dengan batasan jam kerja kantor pelayanan pajak konvensional yang sering kali menyulitkan para pekerja kantoran dan pelaku usaha dengan jadwal padat.
“Pengunjung Jakarta Fair bisa melakukan aktivitas belanja sambil melakukan pembayaran pajak bersamaan dengan aktivitas hiburan lainnya,” kata Agus di Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Beliau menambahkan bahwa kemudahan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman bertransaksi yang menyenangkan (pleasant experience). Alih-alih menganggap pembayaran pajak sebagai rutinitas administratif yang menjemukan dan menyita waktu, Bank DKI dan Bapenda DKI Jakarta mengemasnya menjadi bagian dari gaya hidup modern yang efisien dan terintegrasi dengan hiburan keluarga.
Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa penyediaan fasilitas pembayaran pajak di arena Jakarta Fair ini bukan sekadar kemudahan fisik semata. Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen Bank DKI dalam mendukung penuh peningkatan kualitas pelayanan publik di DKI Jakarta. Salah satu pilar utamanya adalah dengan mendorong perluasan sistem transaksi non-tunai (cashless society) yang dinilai jauh lebih aman, transparan, cepat, dan praktis, baik bagi masyarakat selaku pembayar pajak maupun bagi pemerintah daerah selaku pengelola keuangan daerah.
“Melalui kolaborasi pembayaran pajak ini, Bank DKI ingin mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajibannya sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan publik di Jakarta,” ujar Agus. Sinergi antara lembaga keuangan daerah dengan otoritas pendapatan daerah ini terbukti mampu mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang nantinya akan dialokasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, dan program-program kesejahteraan sosial di Jakarta.
Jakarta Fair sendiri merupakan momentum emas yang sangat strategis bagi Bapenda DKI Jakarta untuk mengejar target penerimaan pajak daerah. Setiap tahunnya, pameran yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta ini dikunjungi oleh lebih dari 6 juta orang dengan total nilai transaksi yang mencapai triliunan rupiah. Dengan volume pengunjung yang begitu masif, membuka gerai layanan pajak di lokasi pameran menjadi langkah jemput bola yang sangat potensial untuk menjaring para wajib pajak yang mungkin memiliki keterbatasan waktu sehari-hari untuk mengurus administrasi kendaraannya.
Selain menyediakan layanan tatap muka di lokasi fisik Jakarta Fair, Bank DKI juga terus mendorong akselerasi digitalisasi keuangan. Pengunjung tidak hanya diarahkan untuk membayar secara tunai atau mengantre di loket fisik, melainkan didorong untuk memanfaatkan berbagai kanal digital yang telah disediakan. Langkah ini sejalan dengan visi Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global yang cerdas (Smart City) dengan ekosistem digital yang mapan dan inklusif.
Salah satu kanal digital andalan yang dipromosikan secara intensif selama pameran adalah aplikasi JakOne Mobile. Aplikasi super (super app) milik Bank DKI ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi finansial masyarakat secara mandiri langsung dari genggaman tangan. Melalui fitur pembayaran pajak yang terintegrasi di dalam JakOne Mobile, wajib pajak dapat melakukan pembayaran PKB kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengantre di loket fisik, bahkan saat mereka sedang mengantre makanan atau menonton konser musik di panggung utama Jakarta Fair.
“Dengan memanfaatkan transaksi non-tunai lewat aplikasi JakOne Mobile, pembayaran pajak dapat dilakukan dengan aman dan nyaman,” kata Agus H. Widodo. Keunggulan dari sistem ini adalah konektivitas langsung dengan rekening nasabah, sehingga proses verifikasi pembayaran terjadi secara real-time. Setelah pembayaran berhasil dilakukan melalui aplikasi, wajib pajak akan menerima bukti bayar digital yang sah, yang kemudian dapat digunakan untuk proses pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di gerai-gerai layanan terkait yang telah bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Selain kemudahan pembayaran pajak, Bank DKI juga menghadirkan pengalaman perbankan masa depan melalui "Bank DKI Engagement Store" di arena Jakarta Fair 2026. Konsep gerai interaktif ini dihadirkan untuk memberikan layanan perbankan yang lebih personal, edukatif, dan sarat akan teknologi digital terkini. Di tempat ini, pengunjung dapat berkonsultasi mengenai berbagai produk keuangan, mencoba demonstrasi teknologi perbankan terbaru, hingga menikmati berbagai promo menarik yang ditawarkan khusus selama periode pameran berlangsung.
Agus menyebutkan bahwa di Bank DKI Engagement Store, pengunjung dapat mengakses berbagai layanan perbankan esensial dengan sangat mudah dan cepat. “Layanan tersebut meliputi pembukaan rekening secara online melalui aplikasi JakOne, pengajuan kredit dan pembiayaan untuk sektor personal maupun UMKM, hingga penggunaan fasilitas ATM-CRM (Cash Deposit Machine – Cash Recycling Machine) untuk tarik tunai maupun setor tunai,” pungkas dia. Keberadaan mesin ATM-CRM ini dinilai sangat membantu pengunjung dan pelaku usaha di Jakarta Fair yang membutuhkan perputaran uang tunai secara cepat selama pameran berlangsung tanpa harus keluar dari area JIExpo Kemayoran.
Dari sudut pandang Bapenda DKI Jakarta, kehadiran gerai Samsat di Jakarta Fair juga kerap dibarengi dengan berbagai program stimulus pajak yang menarik. Guna merangsang minat masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu, Bapenda sering kali menyelenggarakan program penghapusan sanksi administrasi (pemutihan denda) atau memberikan suvenir khusus bagi wajib pajak yang melakukan pembayaran di lokasi pameran. Hal ini tentu menjadi daya tarik tambahan yang membuat kunjungan ke Jakarta Fair terasa semakin menguntungkan dan produktif bagi para pemilik kendaraan bermotor.
Secara jangka panjang, kemitraan antara Bank DKI dan Bapenda DKI Jakarta ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan. Digitalisasi pembayaran pajak meminimalisasi risiko kesalahan pencatatan manual serta potensi kebocoran anggaran. Setiap rupiah pajak yang dibayarkan oleh warga langsung masuk ke kas daerah secara transparan, yang pada gilirannya akan digunakan untuk membiayai program-program prioritas pemerintah provinsi, seperti penanggulangan banjir, perbaikan transportasi publik, hingga peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan.
Dengan berbagai kemudahan, inovasi teknologi, dan program menarik yang ditawarkan, layanan pembayaran pajak di Jakarta Fair 2026 bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan sebuah model integrasi pelayanan publik masa depan yang mengedepankan aspek kenyamanan masyarakat. Pengunjung tidak hanya pulang membawa barang belanjaan dan kenangan hiburan yang menyenangkan, tetapi juga membawa perasaan tenang karena telah menuntaskan kewajiban perpajakan mereka dengan cara yang paling efisien, modern, dan tepercaya.





