Warga Ramai Datangi CFD Rasuna Said yang Kembali Dibuka

Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang lebih populer dengan sebutan Car Free Day (CFD) di kawasan koridor Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, resmi diuji coba kembali pada hari ini. Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengaktifkan kembali ruang publik di salah satu urat nadi perekonomian ibu kota ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh masyarakat. Sejak pagi buta, ribuan warga dari berbagai penjuru Jakarta dan wilayah penyangganya tampak mulai memadati jalan protokol yang biasanya padat oleh kendaraan bermotor tersebut, mengubah lanskap aspal yang bising menjadi sebuah ruang interaksi sosial yang hijau, dinamis, dan penuh energi positif.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada hari Minggu, 7 Juni 2026, tepat pukul 07.30 WIB, suasana di sepanjang Jalan HR Rasuna Said tampak sangat berbeda dari hari-hari biasa. Arus kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, yang biasanya mendominasi jalur menuju arah Menteng di sisi utara maupun arah Mampang Prapatan di sisi selatan, kini sepenuhnya ditutup dan dialihkan. Penutupan jalan ini memberikan ruang bebas yang sangat luas bagi warga untuk mengekspresikan diri dan beraktivitas fisik dengan aman tanpa bayang-bayang polusi udara dan bahaya kecelakaan lalu lintas. Berbagai aktivitas olahraga dan rekreasi tampak mendominasi sepanjang koridor jalan sepanjang 4,4 kilometer tersebut.
Warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia, terlihat menikmati momen pagi hari yang cerah ini. Sebagian besar warga memanfaatkan aspal mulus Rasuna Said untuk melakukan aktivitas olahraga kardio seperti berlari, joging ringan, jalan cepat, hingga bersepeda santai bersama keluarga atau komunitas mereka. Kehadiran para pesepeda dengan berbagai jenis sepeda, mulai dari sepeda lipat, sepeda gunung, hingga sepeda balap, turut menambah warna-warni pemandangan pagi itu. Tidak sedikit pula warga yang memanfaatkan momen ini untuk sekadar berjalan santai menikmati pemandangan deretan gedung pencakar langit khas kawasan Kuningan yang biasanya hanya bisa dinikmati dari balik kaca kendaraan.

Selain aktivitas olahraga modern, nuansa pelestarian budaya lokal dan permainan tradisional juga dihadirkan secara apik untuk memperkaya pengalaman warga yang berkunjung ke CFD Rasuna Said. Di salah satu sudut strategis di dekat kawasan Plaza Festival, suara musik khas Betawi terdengar bertalu-talu mengiringi penampilan jenaka dan dinamis dari sepasang ondel-ondel. Kehadiran ikon budaya Jakarta ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak yang tampak gembira dan berebut untuk berfoto bersama boneka raksasa tersebut. Kehadiran ondel-ondel ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga identitas budaya lokal di tengah modernitas kota metropolitan.
Tidak jauh dari area pertunjukan ondel-ondel, sebuah ruang kreativitas dan edukasi juga dibuka untuk memperkenalkan kembali kekayaan permainan tradisional Nusantara kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan gawai digital. Beberapa komunitas peduli anak dan kebudayaan menyediakan peralatan permainan tradisional seperti egrang bambu dan gasing kayu. Area ini pun seketika ramai dikunjungi oleh para orang tua yang ingin bernostalgia sekaligus memperkenalkan permainan masa kecil mereka kepada anak-anak mereka. Tantangan menjaga keseimbangan saat menaiki egrang memicu gelak tawa dan keceriaan di antara para pengunjung, menciptakan kehangatan interaksi sosial yang jarang ditemui di hari-hari kerja yang sibuk.
Dari segi rekayasa lalu lintas dan pengamanan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan telah menerapkan skema penutupan jalan yang sangat matang demi menjamin keselamatan para pesepeda dan pejalan kaki. Penutupan jalur dari sisi selatan dilakukan mulai dari titik sekitar Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Kendati demikian, untuk menjaga agar mobilitas masyarakat umum tidak sepenuhnya lumpuh, akses transportasi dari arah Jalan Casablanca menuju arah Mampang Prapatan tetap dibuka secara terbatas dan terkendali. Jalur layang nontol Casablanca juga tetap beroperasi normal guna meminimalisasi potensi kemacetan parah di persimpangan-persimpangan utama di sekitar kawasan Kuningan.
Kehadiran para pejabat penting daerah dan tokoh publik dalam pelaksanaan uji coba perdana CFD Rasuna Said ini juga menegaskan betapa pentingnya proyek aktivasi ruang publik ini bagi pemerintah daerah. Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tampak hadir secara langsung di lokasi untuk meninjau jalannya kegiatan serta memastikan seluruh fasilitas pendukung berfungsi dengan baik. Pramono tidak datang sendiri; ia terlihat didampingi oleh Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, aktris sekaligus aktivis lingkungan Cinta Laura, serta Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. Kehadiran tokoh-tokoh ini tidak hanya menjadi magnet perhatian publik, tetapi juga menjadi kampanye nyata bagi gaya hidup sehat, aktif, dan ramah lingkungan.

Dalam keterangannya di sela-sela peninjauan tersebut, Pramono Anung menyatakan rasa puas dan bangganya melihat antusiasme warga yang begitu tinggi. Ia menjelaskan bahwa pembukaan kembali CFD di koridor Rasuna Said ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbanyak ruang terbuka biru dan hijau serta mengurangi emisi karbon di wilayah perkotaan. Proyek pengaktifan kembali CFD Rasuna Said ini sebenarnya sudah direncanakan secara matang dan saat ini persiapannya telah mencapai tahap finalisasi akhir sebelum diresmikan secara megah dan permanen bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta yang ke-499 pada tanggal 22 Juni 2026 mendatang.
Lebih lanjut, Pramono memaparkan alasan di balik penetapan batas waktu operasional CFD Rasuna Said yang hanya berlangsung hingga pukul 09.00 WIB, berbeda dengan beberapa titik CFD lainnya di Jakarta yang terkadang berlangsung hingga siang hari. Menurutnya, kawasan Kuningan memiliki karakteristik yang unik karena dikelilingi oleh berbagai fasilitas umum vital, termasuk beberapa tempat ibadah bersejarah dan kedutaan besar negara sahabat yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan diplomatik pada hari Minggu pagi. Oleh karena itu, batasan waktu hingga pukul 09.00 WIB dinilai sebagai jalan tengah terbaik untuk mengakomodasi kebutuhan rekreasi warga sekaligus menghormati kekhusyukan umat yang hendak beribadah di gereja maupun masjid di sekitar lokasi.
Pramono juga optimistis bahwa dengan penataan yang lebih rapi, fasilitas yang lengkap, serta integrasi moda transportasi massal yang baik, CFD Rasuna Said akan segera menjelma menjadi destinasi akhir pekan favorit baru bagi warga Jakarta. Kawasan ini menawarkan alternatif yang sangat menyegarkan di samping koridor utama CFD Sudirman-Thamrin yang selama ini kerap mengalami kelebihan kapasitas kunjungan. Dengan adanya pilihan baru di Rasuna Said, konsentrasi massa pada hari Minggu pagi dapat terpecah secara merata, sehingga kenyamanan dan keamanan warga dalam berolahraga dapat lebih terjaga dengan optimal.
Secara geografis dan teknis, jalur CFD Rasuna Said ini membentang cukup panjang dan mencakup area-area strategis yang sangat mudah diakses oleh masyarakat luas. Jalur bebas kendaraan ini meliputi bentangan dari Jalan Gembira hingga Jalan Raya Casablanca untuk arah utara menuju selatan, serta dari Jalan Prof. Dr. Satrio hingga Jalan Setiabudi Utara Raya dan Jalan Setiabudi Tengah untuk arah sebaliknya, yaitu dari selatan menuju utara. Keberadaan stasiun-stasiun LRT Jabodebek yang berada tepat di sepanjang koridor jalan ini juga menjadi nilai tambah yang luar biasa, memudahkan warga dari luar Jakarta Selatan untuk datang langsung menggunakan transportasi publik terintegrasi tanpa perlu membawa kendaraan pribadi yang berpotensi menambah kemacetan di luar area CFD.

Dengan dibukanya kembali CFD Rasuna Said ini, harapan baru bagi terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang humanis, sehat, dan berkelanjutan kini semakin nyata di depan mata. Keberhasilan uji coba hari ini diharapkan dapat menjadi momentum positif yang terus terjaga hingga peresmian resminya nanti, sekaligus menginspirasi wilayah-wilayah lain di Jakarta untuk terus berinovasi dalam menyediakan ruang publik berkualitas demi meningkatkan indeks kebahagiaan dan kesehatan seluruh warganya.





